Tanya Jawab dan Permintaan Proposal Ilustrasi Asuransi Kesehatan Jiwa Manulife Indonesia di Jakarta

Kategori Artikel : Berita

Unit Syariah Manulife

PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia akan segera me-launching asuransi unit syariahnya pada bulan April  2009 ini. Ditargetkan, premi asuransi syariah mencapai Rp 25 miliar.

Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden Direktur Manulife Indonesia Adi Purnomo seusai penandatanganan MOU dengan PTÂ BISMA di Gedung Sampoerna Strategic, Jakarta, Senin (16/3). “Kami targetkan premi asuransi syariah sampai Rp 25  miliar walapun jika dilihat memang tidak besar,” kata Adi.

Adi mengatakan, saat ini proses pembentukan unit syariah tengah berlangsung. Pihaknya juga telah mengantongi izin dari Menteri Keuangan. “Saat ini kita sedang tunggu respons dari Bapepam-LK, bulan April ini bisa launching,”  ujarnya.

Adi menjelaskan bahwa produknya sudah siap dan bisnis asuransi syariah mempunyai potensi yang baik ke depannya. “Manulife sudah matang dalam prinsip syariah dan administrasi keuangan,” tuturnya.

Nasabah Manulife Bertambah

Pengguna produk asuransi Manulife untuk perusahaan atau group life and health terus bertambah hingga Mei 2009. Selama itu, Manulife sudah menambah sembilan perusahaan peserta asuransi dengan jumlah total pegawai sekitar 1.200 orang.

District Manager Bandung PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Oey Tjun Seng di Bandung, Rabu (3/6), mengatakan, saat ini terdapat 200 perusahaan yang mengambil asuransi tersebut dengan jumlah total pegawai sekitar 3.000 orang.

“Setiap perusahaan dengan jumlah pegawai mulai 15 orang dapat mengambil asuransi tersebut. Asuransi itu membuat pegawai yang sakit dirawat secara cuma-cuma. Dibiayai sesuai plafonnya. Saya perkirakan, peluang bisnis asuransi di Bandung masih terbuka lebar,” katanya.

Menurut Oey, jumlah peserta asuransi perusahaan Manulife di Bandung pada tahun 2009 diperkirakan meningkat 15 persen dibandingkan 2008. Di Bandung terdapat jumlah agen Manulife lebih dari 200 orang dan di Indonesia sekitar 4.500 orang.